Berstatus Level III Siaga, Abu Vulkanik Dari Erupsi Gunung Anak Krakatau Terasan Hingga Bandarlampung dan Natar

Bencana alam Daerah DPRD Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Selatan Kemenkes Kesehatan Kota Bandarlampung Lembaga Negara Nasional News Pemerintah Peristiwa Provinsi Lampung TNI - POLRI

PESAGIRAYA, LAMPUNG — Abu Vulkanik yang terbawa angin dari Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) diketahui telah menyebar hingga Kota Bandar Lampung, Wilayah Kecamatan Natar Lampung Selatan dan Pringsewu, Abu ini berpotensi mengganggu kualitas udara, dan berdampak pada penurunan kesehatan masyarakat. Selain itu dari Pemantauan Badan Geologi Status Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga.

Bedasarkan informasi yang di himpun, debu Pulkanik telah menyebar hingga daerah Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Abu terlihat sudah memenuhi halaman teras rumah dan jalan – jalan serta menempel pada dedaunan.

Salah satu masyarakat Hajimena menjelaskan bahwa debu vulkanik sudah memenuhi teras rumah bahkan hingga masuk ke dalam rumah.

Selain itu, Sejumlah warga lain juga mengaku merasakan dampak dari debu vulkanik saat beraktivitas di luar ruangan.

Salah seorang pengendara roda empat bahkan mengatakan jika debu vulkanik sudah menempel pada kaca mobil dan mengurangi jarak pandang berkendara.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah instrumennya merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama dengan laporan dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Bandung Raya.

Namun lembaga tersebut tak bisa memastikan bahwa erupsi berhubungan dengan dentuman tersebut.

Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, berdasarkan pengalaman erupsi Anak Krakatau pada 2020 dan Gunung Kelud pada 2014 yang suara dentumannya terdengar hingga jarak jauh, erupsi Anak Krakatau tetap merupakan salah satu kemungkinan penyebab dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, pada 4-5 September 2026.

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, erupsi yang dimulai Jumat, pada pukul 23.07 WIB masih berlangsung hingga 04.40 WIB, disertai suara gemuruh yang terdengar dari pos pengamatan gunung api di Pasauran, Banten.

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat diminta untuk mewaspadai ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan