PESAGIRAYA, PUBIAN – Adat adalah nafas kehidupan masyarakat Lampung. Di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, nilai-nilai adat _Tata Titi_ masih dijaga dengan kuat oleh para pemangku adat.
Khususnya di 6 kampung: Segala Mider, Negeri Kepayungan, Tanjung Kemala, Negeri Ratu, Gunung Haji, dan Gunung Raya. Di 6 kampung inilah para tokoh adat menjadi rujukan utama setiap ada kegiatan adat.
Setiap ada hajatan seperti pernikahan, sunatan atau cukuran, hingga acara Marhaba, para tokoh adat inilah yang mengisi dan memimpin seluruh rangkaian acara.
“Tanpa kami, acara khusus adat itu tak mungkin bisa terlaksana dengan baik dan benar sesuai pakem,” ujar salah satu tokoh adat.
Kekompakan mereka patut diacungi jempol. Semua tokoh adat yang ada di 6 kampung ini selalu bekerja sama. Saling mengisi, saling menguatkan, demi satu tujuan: menjaga marwah adat Lampung Pubian Tuha.
“Alhamdulillah, kami para tokoh adat selalu hadir dengan ikhlas setiap kali ada acara adat. Ini amanah dari leluhur yang harus kami jaga,” ungkap mereka kompak.
8 Suttan Pemangku Adat 6 Kampung Pubian
Berikut 8 tokoh adat yang menjadi panutan dan selalu hadir di setiap kegiatan adat:
1. ST Buay Adam Buay Sejadi
“Adat itu ibarat tiang rumah. Kalau tiangnya kuat, rumah akan kokoh. Begitu juga kampung kita jelasnya.”
2. Pengiran Jimat Bungkuk Jadi
“Kami bukan mencari pujian. Kami hanya menjalankan apa yang sudah diwariskan nenek moyang agar tidak punah.”
3. Minak Junjungan Saka Buay Nuat
Anak muda harus belajar. Datang ke acara adat, lihat dan dengar. Biar adat ini hidup terus sampai ke cucu cicit.”
4. Minak Baginda Pemuka Pati
“Tata titi itu ada aturannya. Mulai dari bahasa, pakaian, sampai urutan acara. Semua ada maknanya.”
5. ST Umpu Jejawi Pemuka Pati
“Kebersamaan antar kampung ini kunci. Kalau kita bersatu, adat akan semakin dihormati.”
6. Suntan Bandar Pemuka Pati.
Saya titip pesan: jangan malu dengan adat sendiri. Adat itu jati diri kita orang Lampung.”
7. Suntan Buay Dundong Menyerakat
“Setiap hajatan nikah, sunatan, Marhaba, kami siap. Karena itu kewajiban kami sebagai pemangku adat.”
8. ST Raja Saka Pemuka Menang
“Doa dan restu kami untuk semua warga. Semoga dengan adat yang terjaga, kampung kita selalu diberi berkah dan damai.”
Kehadiran 8 tokoh ini menjadi bukti bahwa adat Lampung di Pubian masih hidup dan dihormati. Mereka bukan hanya pemimpin upacara, tapi juga guru, penengah, dan penjaga nilai.
Pemerintah kampung dan masyarakat pun berharap, generasi muda mau terus belajar dan mendampingi para sesepuh. Agar Tata Titi Adat Lampung Pubian Tuha tidak lekang oleh waktu.
“Selama ada tokoh adat yang ikhlas dan kompak seperti ini, insyaAllah adat kita akan tetap jaya,” tutup salah satu warga. (Iron Guna)
