Kembali Berulah, Sekarang Diduga Sikat BOS SMAN 1 GULIP Rp640 Juta

Daerah DPRD Provinsi Lampung Kabupaten Tanggamus Kejaksaan Agung RI Kejati Lampung KPK Olahraga Pemerintah Pendidikan Polri Provinsi Lampung

TANGGAMUS — Dengan rekam jejak pernah tersandung kasus dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP), Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gunung Alip, Tanggamus, Sasmadi diduga kembali berulah dengan menyasar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekolah tersebut sebesar Rp640.531.000. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.

Dari penelusuran yang dilakukan media ini, diketahui jika Dugaan indikasi penyalahgunaan dana BOS di SMA Negeri 1 Gunung Alip, Tanggamus, berkutat pada enam mata anggaran yang diduga bermasalah antara lain, kegiatan pengembangan Perpustakaan Rp71.700.000; kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp79.160.100; kegiatan assesmen dan evaluasi Rp78.177.400; administrasi kegiatan sekolah Rp163.750.878; pemeliharaan sarana prasarana Rp163.122.622 serta pembayaran honor Rp84.620.000.

Persoalan yang membelit Kepala SMA Negeri 1 Gunung Alip ini kembali mengingatkan bagaimana sebelum menjabat disana, sang kepala sekolah itu juga pernah terjerat kasus serupa dalam dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Sikap yang seakan tidak jera itu harus menjadi peringatan keras bagi jajaran Disdikbud Provinsi Lampung dalam mengevaluasi kinerja bawahan, utamanya dalam urusan pengelolaan kegiatan-kegiatan yang memiliki sumber pendanaan cukup besar.

Masalah dugaan Korupsi dana BOS di SMA Negeri 1 Gunung Alip ini bukan hanya menyangkut soal nilai potensial kerugian Negara, tapi lebih kepada bagaimana mental seorang penjabat yang dipercaya dalam memimpin suatu lembaga pendidikan menghadapi godaan uang demi kemajuan sekolah yang dipimpinnya.

Jika dibiarkan berlarut dan berulang, maka persoalan seperti ini akan berpotensi mengorbankan masa depan dunia pendidikan khususnya yang ada di Provinsi Lampung secara menyeluruh.

Hingga naskah ini dilansir, awak media ini masih berupaya melakukan konfirmasi dengan Kepala SMA Negeri 1 Gunung Alip dan pihak Disdikbud Lampung. (Zulkar)